by

Balon Udara Meledak di Klaten, Lima Orang Jadi Tersangka

Indonesiadaily.id-Lima warga Kabupaten Magelang ditangkap. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Klaten sebagai pembuat dan yang melepaskan balon udara membawa petasan yang meledak dan merusak rumah warga di Klaten.

“Dari temuan-temuan di TKP baik berdasarkan balon udara, mercon, sumbu dan ukuran plastiknya menghubungkan kami dengan tersangka yang kebetulan beralamat semuanya kelima-limanya ada di Magelang,” ungkap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, Selasa (18/5).

Edy menjelaskan, lima tersangka yakni inisial AG (18) selaku pengumpul kertas, AP (20) membuat kerangka balon, NT (33) membuat perapian dari kain, MM (25) berperan membuat mercon paralon, dan N (23) selaku perakit balon. Mereka warga Srumbung, Kabupaten Magelang.

“Mereka warga Magelang seluruhnya. Warga kecamatan Srumbung,” sebut Edy.

Menurut Edy, mereka ditangkap berkaitan dengan ledakan balon udara yang terjadi pada Senin (17/5) sekitar pukul 08.30 WIB di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu. Balon udara pembawa petasan itu menimbulkan dua ledakan.

Dalam kasus ini, Polres Klaten melibatkan tim Jibom Brimob Polda Jateng untuk mengurai dan mendisposal petasan yang belum meledak. Dari olah TKP ditemukan indikasi mengarah pada lima tersangka dan Polres berkoordinasi dengan Polres Magelang menangkap tersangka.

“Petasan menimbulkan dua kali ledakan, kemudian atas informasi tersebut kami langsung ke TKP. Di TKP banyak kertas pecahan berasal dari petasan dan masih ada sekitar empat petasan yang belum meledak,” jelasnya.

“Saat hari Senin, balon diterbangkan jam 07.00 WIB tapi kemungkinan karena sumbu putus sehingga petasan yang dibawa balon tidak meledak. Setelah balon terbang tinggi ditunggu satu jam dan tidak meledak, mereka bubar tetapi balon ternyata jatuh di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu,” paparnya.

“Para tersangka kita jerat dengan dengan Pasal 1 ayat 1, Pasal 1 ayat 3 Undang-undang Darurat 12/1951 tentang Bahan Peledak dan Pasal 188 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal lima tahun dan Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP,” pungkas Edy.

Di kesempatan yang sama, Penyidik Penerbangan Sipil Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Aditya Purna Ramadan, mengatakan penerbangan balon udara tidak dilarang. Tetapi apabila tidak memenuhi syarat bisa dipidana.

“Jika tidak memenuhi syarat yang ditentukan di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam ketentuan Pasal 411 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009, ada ancaman sanksi pidananya. Bagi yang mengoperasikan balon udara tersebut dapat dikenakan ancaman pidana maksimal 2 tahun dan dendanya adalah Rp 500 juta,” jelas Aditya.(Detik).

Comment