by

Kecamatan Lumbis Bangun Sekolah untuk Masyarakat Perbatasan

indonesiadaily.id – Pemerintah Kecamatan Lumbis Pansiangan mendapatkan surat atas terbitnya keputusan Bupati Nunukan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan. Untuk pendirian unit SMP Negeri 1 Lumbis Pansiangan.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan (Bupati Nunukan) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan.

Masih kata Plt Camat Lumbis, pembanguan sumber daya manusia adalah hal yang sangat penting dalam pembanguan di perbatasan. Untuk mengejar ketertinggalan dalam sektor pendidikan agar masyarakat kedepannya cerdas.

“Baik cerdas untuk diri sendiri, cerdas untuk komunitas dan lingkungan dan cerdas untuk berkontribusi membangun bangsa dan negara,” ujar Plt Camat Lumbis Pansiangan.

Lumbis menambahkan, dengan berpendidikan akan ada upaya untuk merubah kehidupan, mulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Baca Juga  Begini Upaya Kecamatan Lumbis Pansiangan Taklukan Banjir

Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan untuk percepatan SDM di perbatasan, kecuali dengan mendekatkan pendidikan di Perbatasan.

Kemudian Lumbis mengatakan, banyak masyarakat di perbatasan kurang sumber daya manusianya, karena waktu orang tua mereka bermain ria di taman sekolah untuk belajar di sekolah pada tahun 1860-1970.

“Orang tua kami hanya bisa meratapi nasib mereka dipokok-pokok kayu dan goa-goa batu lari mengungsi karena kampung di perbatasan antara RI-Sabah Malaysia,” katanya.

Untuk itu, Lumbis menyampaikan, menjadi basis pertempuran perang konfrontasi, kampung-kampung hancur, ibu-ibu mengendong anak mereka lari masuk ke hutan. Para pemuda menjadi sukarelawan ikut memikul amunisi TNI naik gunung turun gunung.

Baca Juga  Begini Upaya Kecamatan Lumbis Pansiangan Taklukan Banjir

“Dengan menjadi sukarelawan mereka bisa belajar bahasa Indonesia walaupun bahasa Indonesia mereka “lintang pukang,” paparnya.

Lumbis menjelaskan, dimana perang itu menimbulkan traumatik yang lama dan membekas pada masyarakat perbatasan. Sehingga mereka sulit untuk membuka diri terhadap orang luar.

Kebijakan menghadirkan sekolah lebih dekat diperbatasan adalah satu kebijakan yang sungguh baik untuk masyarakat perbatasan dan sekaligus merupakan “reward” bagi masyarakat perbatasan yang terlambat Mengenyam pendidikan atau merasakan bangku sekolah.

“Karena akibat perang konfrontasi dan untuk langkah selanjutnya, tugas kita bersama untuk menjamin mutu dan kualitas pendidikannya walau diperbatasan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswanya tidak boleh terbatas,” pungkasnya.***

Comment