by

1 Hari bersama Pangalangok Jilah

Indonesiadaily.id – Dalam tour Budaya Pangalangok Jilah (JP) di Kalimantan Utara, Sabtu 3 Juli 2021, Plt Camat Lumbis Pansiangan mendapat undangan, hadir meng-wakili Muspika Lumbis Raya, sebutan singkat Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu.

Plt Camat Lumbis Pansiangan, Lumbis S.Sos, hadir bersama Danramil dan Kapolsek di Balai Adat Dayak Tahol Desa Libang berserta Kepala Adat Dayak Tahol, Kepala Adat Dayak Agabag Lumbis Ogong, Kepala Adat Dayak Agabag Sembakung, Wakil Kepala Adat Dayak Agabag Lumbis Pansiangan dan Kepala Persekutuan Dayak Okolod.

Di sana dirinya menyaksikan bagaimana semangatnya anak-anak muda yang tergabung dengan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pasukan Merah Dayak.

Dalam sambutannya, kesan Lumbis Pansiangan pertama terhadap Pangalangok Jilah adalah orangnya hambel.

“Mudah senyum, responsif kalau diajak bicara, selalu menghormati lawan bicara, smart dan memiliki intelektualitas yang tinggi,” kata Lumbis, menukil dari laman faceboknya.

Lumbis mengatakan, PJ masuk dalam buku 101 tokoh Dayak yang berpengaruh dan mengukir sejarah jilid 4 karya saudara Masri Sareb Putra.

“Biasanya beberapa pemimpin organisasi, apalagi organisasi yang besar pasti memiliki “arogansi” tetapi itu hampir tak kelihatan didalam diri PJ,” ucap Lumbis.

Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng yang dipimpin PJ, saat ini menurut data di Kalimantan Barat kurang lebih 86.000 orang, di Kalimantan Tengah kurang lebih 28.000 orang dan di Kalimantan Utara.

“Keberadaan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng baru 5 bulan sudah memiliki jumlah kurang lebih 1600 orang, jika pada posisi begit, apalagi ia sangat dihormati oleh pengikutnya pasti lebih sombong dan congkak,” jelasnya.

“Tetapi, ketika dihadapannya dan diskusi kita akan enjoy tak pernah terpikirkan teman diskusi kita adalah sesorang “sang fenomenal” Dayak saat ini yang memiliki pasukan lebih dari 100 ribu orang,” tambah Lumbis.

Ketika mendengarkan ia pidato, dirinya menegaskan, bahwa anggotanya dilarang menggunakan Narkoba, Miras, serta bersikap tidak sopan terhadap orang lain.

“Karena Dayak itu beradat kita mengajarkan kebaikan dan kemurnian hati. Di dalam diri setiap anggota Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, harus ditanamkan kebersihan diri. Roh jahat tidak boleh menguasai diri kita,” paparnya.

Tetapi, roh kebaikan yang harus bersemayam didiri manusia, hormati sesama, orang mati orang tua apalagi para tetua adat dan bagi yang melanggar akan dikeluarkan dari organiasi.

“Sontak saya berpikir bahwa apa yang saya kerjakan untuk Dayak selama ini tidak apa-apanya apa yang dilakukan Pangalangok Jilah ,” ucap Lumbis.

Plt Camat Lumbis Pansiangan menyebut, PJ menyadarkan lebih 100 ribu anak muda Dayak untuk menjauh dari Narkoba itu bukan soal mudah.

“Maaf ada beberapa pemuda yang saya tahu dulunya pengguna narkoba tetapi saat bergabung dengan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng mereka sudah melepaskan hal tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Lumbis pun setuju denganapa yang diucapkan PJ, bahwa generasi Dayak harus pintar bagaimana mau pintar kalau generasi Dayak menjadi budak Narkoba dan Miras?

“bagaimana mau pintar kalau bagian yang kuliah uang kiriman orang tua dihabiskan nongkrong di kafe,” cetus Lumbis.

Padahal orang tua kalian di kampung mandi keringat tombak sawit, menjadi kuli agar mendapatkan uang untuk dikirim kepada kalian.

“Ingat saudara-saudara ku sekalian di Kalimantan Utara, tuhan tidak akan menciptakan tanah lagi di dunia ini walaupun se-jengkal pun. Maka jangan jual tanah kita, tanah tak tuhan jual kepada kita kenapa pula kita manusia menjualnya?,” jelas Lumbis mengutip PJ.

Baca Juga  Bersama Kementerian PUPR Kecamatan Lumbis Pansiangan Kendalikan Banjir

Disampaikan Lumbis, Pj berpesan, tanah diberikan tuhan untuk manusia dikelola bukan untuk di jual. Orang jual bakso, jual mie ayam ditempat dimana orang beli tanah saudara.

“Kita jual tanah untuk beli bakso dan mie ayam. Kalau hal ini tak kita hentikan generasi kita kedepannya tak memiliki apa-apa dan akan menjadi budak di tanah sendiri,” tegasnya.

Dayak harus bersatu, tak boleh ada skat dan ekskulsifisme oleh sub suku tertentu. Tak boleh terskat oleh sub-sub dayak, karena itu ciptaan penjajah agar dayak lemah dan mudah diadu domba.

Setelah usai acara Plt Lumbis Pansiangan menawari beliau jika berkenan untuk makan malam dirumah.

“Dirinya sepontan menjawab, Oky pak!,..saya berpikir ia tamu datang dari jauh apalagi seorang tokoh Dayak yang memiliki pengikut lebih dari 100.000 orang datang dengan tujuan baik untuk menyatukan Dayak tanpa skat dan ekskulsifime,” ujarnya.

Membuat anak-naak muda sadar dan tak menggunakan narkoba, sebagai orang Dayak yang memiliki adat dan budaya leluhur yang diwariskan untuk menghormati tamu.

“Apalagi tamu dari jauh wajib bagi kita untuk menjamunya apalagi dalam kacamata pemerintah setiap organiasi yang resmi wajib untuk kita suport dan terutama kenal dengan para pemimpinnya karena jika dibutuhkan kerjasama pemerintah mudah untuk melakukan komunikasi kepada mereka,” jelasnya.

Dalam akun resmi Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng, mereka juga rupanya sering melakukan bantuan sosial kepada orang-orang yang mendapat musibah seperti kebakaran, musibah banjir termasuk dimasa pendimi Covid-19.

Saat ini Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng sudah beberapa kali memberikan Bantuan Sosial dibeberapa tempat. Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng bukan tidak mampu membuat acara di hotel-hotel tetapi lebih baik di hutan.

“Agar kita dapat merasakan para leluhur kita berjuang menjaga hutan, dapat merasakan bagaiama leluhur kita bertahan hidup, bergotong royong agar bisa makan,” paparnya.

Menurut Lumbis, Pangalangok Jilah dan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng adalah fenomena baru dalam organisasi Dayak, Pangalangok Jilah dan Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng merupakan anti tesis banyaknya organisasi Dayak.

Tingginya gerbarakan jiwa-jiwa anak muda dibawah Pangalangok Jilah adalah satu “signal” yang dapat di baca sebagai bentuk “nasehat” atas retorika kepemimpinan beberapa pemimpin.

Ketika PJ membuat kata-kata punjangga atau kata-kata bijak, ia jelas objek dan pengikutnya dia ajarkan kepada Pasukan Tariu Borneo Bangkule Rajakng untuk ia tegakkan dalam organisasinya.

“Saya sempat bertanya tentang pandangan PJ terhadap politik, ia menjelaskan, tidak ke politik, sudah ada orang Dayak yang berbakat dalam bagian itu, saya fokus saja untuk menguatkan adat dan mencoba untuk menyatukan Dayak, membantu pemerintah untuk membawah anak-anak muda agar tidak Narkoba dan memahami Pancasila,” katanya.

Ada banyak alasan kenapa PJ menjadi “trendsetter” anak muda Dayak saat ini tetapi saya hanya mempuh melihatnya dari beberapa sudut saja.

PJ Konsisten apa yang dia katakan dengan apa yang dilakukan, ia mengajarkan anak-anak muda Dayak untuk pintar tidak narkoba dan miras (jangan lihat mereka tidak pakai baju hanya bercawat dan pakai ikat kepala merah dan pakai mandau, tetapi coba dalami mereka.

Baca Juga  Bersama Kementerian PUPR Kecamatan Lumbis Pansiangan Kendalikan Banjir

“Saya yakin kita akan malu dengan diri kita sendiri, kita tidak ada apa-apanya,” ucapnya.

Ia mengajarkan orang rajin berdoa, harus rajin ke gereja bagi yang Katolik dan protestan ngomong-ngomong itu salah satu syarat masuk anggota.

Bagaimana PJ memberikan nasehat agar baik terhadap orang, menghormati orang tua dan para tetua adat.

“Siapa yang peduli dan menghormati mereka kalau bukan kita yang muda saat ini, siapa yang mewarisi adat-adat itu kalau bukan kita saat ini,” katanya.

Disaat banyak tokoh Dayak yang bungkam terhadap kasus penghinaan bernuansa SARA oleh Lutfi Holy ia tampil dengan memberikan ultimatum Lufi Holy.

Agar minta maaf dan dihukum adat yang membuat Polda Kalbar Koordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk menangkap Lufi Holy bahkan pada saat Sidang adat yang dilakukan secara online beberapa tokoh Jawa Timur di Kalbar meminta maaf atas kelakuan Lutfi Holi.

“Pembela kaum peladang, memang setahu saya banyak juga tokoh Dayak yang menyuarakan soal Budaya berladang ini tetapi pada tataran seminar dan lokakarya saja sedikit pemerintah daerah yang menganggapnya sebagai budaya,” terangnya.

Tetapi dalam kacamata hukum negara hal tersebut belum diatur sehingga banyak masyarakat adat ditangkap karena membakar ladang, PJ dengan Pasukan Merahnya dan ormas lain turun “memerahkan kota” menantang hal tersebut (cari linknya di YouTube)

Konsisten membelah masyarakat adat yang dikriminaliasi, sebulum ada keputusan pengadilan yang menyatakan masyarakat adat bersalah wajib bagi Dayak membelahnya.

“Jangan baru tersangkah saya sudah takut mebelahnya apalagi percaya dengan propaganda perusahan yang menyatakan masyarakat adat bersalah lalu kita malu membela, banyak yang mengatakan kalau salah ngapain dibelah nanti malu,” katanya.

Tetapi bagi PJ merupakan kewajiban membelah maruah Dayak. Karena dia yakin orang Dayak tidak mencuri, orang Dayak tidak mengambil hak orang apalagi merusak hutan. Justru sebaliknya, ia yakin ketika diperlakukan adil orang Dayak tidak akan berbuat yang melanggar adat.

“Ambil saja contoh Kasus Kinipan (Efendi Buhing) yang mereka lawan itu seorang pengusaha kelas kakap, bahkan Efendi Buhing pernah berkata orang Dayak mungkin banyak yang tahan parang, tahan peluru tetapi tidak ada yang tahan uang tetapi PJ mampuh tak tergoda dengan hal itu, banyak diantara kita so hebat so bijak tetapi lihat uang yang biru dan merah mata langsung berkedep-kedep, dan ratusan lagi kasus masyarakat adat yang mereka belah tentunya bersama ormas lainnya,” ungkapnya.

Setelah itu, PJ menesehati anggotanya untuk tidak Narkoba, tidak miras tidak dugem, hidup sederhana, tidak patentang-patenteng. Memangnya ada juga orang yang “ngaku ada kelebihan” tetapi harus bayar, sukanya ngajak oengikutnya ke kafe-kafe dan mesan perempuan duduk dikiri dan kanannya.

Salah satu tokoh Dayak yang akan dimuat di dalam buku 101 tokoh Dayak yang berpengaruh dan mengukir sejarah jilid IV,

“Lalu pertanyaannya kita sudah buat apa untuk Dayak? maka mari kita terus saling menguatkan dan bahu-membahu untuk menyongsong generasi Dayak yang lebih baik,” katanya.

“Tulisan ini saya baru tulis sekarang karena sudah 13 hari sejak acara dan seluruh peserta dan undangsn sehat,” pungkasnya.

Acara mematuhi protokol kesehatan, seluruh anggota pasukan mereka menggunakan swab antigen yang diwajibkan PJ dan tamu undangan menggunakan masker dan panitia menyediakan sanitizer dan tempat cuci tangan.***

 

Comment